"Kita optimalisasikan areal peremajaan ataupun konversi sawit. Sehingga kurang lebih selama 6 bulan sebelum sawit kembali di tanam, kita akan menanam kedelai terlebih dahulu," jelasnya.

Inisiatif ini dipandang penting, sebab dalam 5 tahun terakhir Indonesia rata-rata defisit kedelai mencapai 2,5 juta ton pertahun atau setara dengan 97 persen import. Menurut Jatmiko keberhasilan proyek menjadi sangat berarti agar pengembangan komoditas kedelai dapat terus diperluas kedepannya dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian investasi sebagaimana diamanatkan Danantara.

"Karena kita belum pernah tanam kedelai sebelumnya, kita siapkan pilot project 1.000 Ha dulu. Dan sesuai arahan Danantara, jika ini berhasil serta memperlihatkan kelayakan di berbagai aspek, insya Allah akan dilanjutkan dengan luasan yang lebih masif sehingga harapan pemerintah untuk meningkatkan produksi dan menekan import kedelai tadi, dapat diwujudkan," tukas Jatmiko.

Perwakilan Direktur Jenderal Pangan Kementerian Pertanian RI, Arief Muliawan menyatakan apresiasi atas penanaman kedelai yang dilakukan Perusahaan. Menurutnya hal ini patut dicontoh bagi perusahaan lain.