NADIKABAR.COM — Temuan ribuan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di saluran air sisi kiri exit Tol Tambak Sumur dari arah Bandara Juanda, Sidoarjo, memicu keresahan warga. Limbah alat suntik bekas, botol kemasan obat, hingga kasa berbercak darah itu terbungkus belasan kantong plastik dibuang dekat permukiman.

Irfan (28), warga Desa Tambak Sumur menuturkan kekhawatiran warga yang beraktivitas di sekitar permukiman Pondok Candra maupun area tambak.

"Jadi warga hari ini menemukan ribuan alat suntik termasuk limbah medis yang dibuang secara sengaja di kawasan yang bersebelahan dengan exit tol. Warga resah dan khawatir," kata Irfan.

"Kalau limbah ini bisa mencemari lingkungan tentu sangat membahayakan masyarakat yang beraktivitas di sekitar sini. Ada warga yang mancing di tambak, ada juga kolam pancing. Anak-anak juga sering bermain layang-layang di sekitar lokasi," ujarnya.

Awalnya, dugaan pembuang limbah medis itu sempat mengarah pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Eka Chandrarini Surabaya. Hal ini dipicu temuan selembar kertas pembungkus obat berlogo RSUD milik Pemkot Surabaya tersebut di tim redaksi tumpukan sampah medis, di samping kantong plastik lain bertuliskan "Hadi. Dr.".

Namun, dugaan itu dibantah Direktur Utama RSUD EC, dr. Listyorini Rarasingtyas yang memastikan pengelolaan limbah B3 dan medis di tempatnya mengandalkan pihak ketiga berizin, PT Wastec International, serta terdata di sistem Festronik.