NADIKABAR.COM — Ada anggapan yang cukup sering terdengar ketika hujan deras disertai petir, yakni jangan bermain HP karena perangkat tersebut disebut bisa mengundang sambaran petir.
Mitos tersebut bahkan membuat sebagian orang memilih mematikan ponsel atau menjauhkannya ketika suara petir mulai terdengar.
Lantas, benarkah HP bisa membuat seseorang menjadi sasaran petir?
Keberadaan HP atau benda berbahan logam yang dibawa seseorang bukan faktor yang membuat petir memilih untuk menyambar. National Weather Service (NWS) Amerika Serikat menjelaskan bahwa faktor utama yang memengaruhi lokasi sambaran petir antara lain ketinggian, bentuk yang runcing dan posisi suatu objek yang terisolasi. Keberadaan logam pada benda seperti telepon seluler tidak membuat benda tersebut lebih mudah menjadi sasaran petir.
Namun, bukan berarti bermain HP saat hujan disertai petir selalu aman dalam segala kondisi.
Petir merupakan pelepasan listrik yang terjadi di atmosfer. Sambaran tidak memilih objek hanya karena objek tersebut memiliki logam atau sedang digunakan untuk berkomunikasi.
Itulah sebabnya anggapan bahwa seseorang yang memegang HP akan "memancing" petir sebenarnya keliru.
NWS secara khusus memasukkan telepon seluler dalam daftar benda yang tidak menarik sambaran petir. Gunung, pohon dan bangunan yang tinggi pun dapat menjadi sasaran petir meskipun sebagian besar tidak memiliki komponen logam.
Jadi, seseorang tidak menjadi sasaran petir hanya karena sedang membuka WhatsApp, bermain gim, menonton video atau menelepon menggunakan ponsel.
Lalu mengapa ada larangan menggunakan HP saat petir?
Di sinilah mitos tersebut sering tercampur dengan aturan keselamatan yang sebenarnya.
Yang perlu diperhatikan bukan sinyal HP-nya, melainkan jalur listrik dan kondisi tempat seseorang berada.
Jika sedang berada di dalam rumah, ponsel yang tidak terhubung ke sumber listrik pada umumnya aman digunakan saat badai petir. NWS bahkan menyebut telepon seluler dan telepon tanpa kabel sebagai perangkat yang aman digunakan di dalam ruangan selama tidak terhubung ke sumber listrik.
Sebaliknya, yang perlu dihindari adalah menyentuh perangkat listrik yang terhubung ke stopkontak, kabel listrik, telepon berkabel, serta instalasi air atau pipa.
Pasalnya, jika bangunan terkena sambaran petir atau petir menyambar jaringan di sekitar, arus listrik dapat merambat melalui kabel dan pipa yang terhubung ke luar bangunan.
Ini bagian yang perlu lebih diperhatikan.
Menggunakan HP dengan baterai sendiri berbeda dengan menggunakan HP yang sedang terhubung ke pengisi daya atau charger dan stopkontak.
NWS merekomendasikan untuk tidak menyentuh peralatan listrik atau kabel yang terhubung ke sumber listrik selama badai petir. Petir dapat menyebabkan lonjakan listrik yang merusak peralatan elektronik dan dapat menimbulkan risiko bagi orang yang sedang bersentuhan dengan jalur listrik tersebut.
Karena itu, persoalannya bukan HP yang dapat "memanggil" petir, melainkan sambungan listrik yang dapat menjadi jalur penghantar jika terjadi gangguan akibat sambaran.
Dengan kata lain, HP tanpa kabel charger bukanlah magnet petir, sedangkan perangkat yang sedang terhubung ke listrik perlu diperlakukan lebih hati-hati saat badai.
Lantas, bolehkah main HP saat hujan dan petir?
Jika sedang berada di dalam bangunan yang aman, menggunakan HP yang tidak sedang terhubung ke pengisi daya atau charger pada umumnya diperbolehkan.
Yang perlu dihindari adalah penggunaan perangkat yang membuat tubuh terhubung langsung dengan jaringan listrik atau saluran yang dapat menghantarkan arus, seperti telepon berkabel dan perangkat elektronik yang sedang terhubung ke stopkontak.
Jadi, anggapan bahwa main HP bisa mengundang petir adalah mitos. HP tidak membuat sambaran petir memilih seseorang sebagai sasaran.
Yang jauh lebih penting adalah memperhatikan lokasi dan jalur penghantar listrik di sekitar. Saat badai datang, masuk ke bangunan yang aman, jauhi peralatan listrik yang terhubung ke sumber listrik, dan jangan berada di ruang terbuka hanya karena merasa sedang memegang benda yang "tidak menarik petir".