Kelabang memang berbisa. Tapi sebagian besar tidak membahayakan manusia sama sekali.
Dari 3.500 spesies kelabang yang dikenal, kurang dari 0,5%-sekitar 15 spesies-benar-benar masalah medis bagi manusia. Mayoritas gigitan menyebabkan nyeri lokal hingga sedang, jarang berlanjut menjadi sesuatu yang serius.
Berbisa ≠ mematikan. Lebah berbisa. Tawon berbisa. Kalajengking tertentu berbisa. Tapi hanya sebagian kecil yang fatal.
Begitu juga kelabang. Mayoritas kasus tidak berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa.
Status: Secara teknis benar, tapi sungguh-sungguh jarang
Kematian akibat gigitan kelabang pernah terjadi. Literatur medis punya laporan. Tapi ini sangat langka.
tim redaksi 1979 dan 2001, hanya 6 orang di Amerika Serikat meninggal karena gigitan kelabang. Untuk perbandingan: 1.060 orang mati akibat lebah, tawon, dan hornets dalam periode yang sama.
Ketika kematian terjadi, hampir selalu karena reaksi alergi berat (mirip reaksi alergi parah terhadap sengatan tawon) bukan karena racun langsung.
- Nyeri hebat- Kemerahan- Pembengkakan- Sensasi terbakar- Rasa kesemutan
Beberapa juga melaporkan sakit kepala, mual, pusing. Reaksi alergi pada sebagian kecil pasien. Itu saja. Sebagian besar pulih tanpa komplikasi serius dalam beberapa hari hingga minggu.
Kelabang bukan pemburu manusia. Mereka cenderung lari ketika terganggu.
Sebagian besar gigitan terjadi karena kecelakaan, misalnya manusia menginjak mereka, mereka terjepit, manusia bersentuhan tanpa sengaja, atau mereka terjebak di pakaian dan tempat tidur. Laporan kasus dari Hong Kong menunjukkan banyak gigitan terjadi di dalam rumah malam hari ketika orang tidak sengaja kontak dengan kelabang.