NADIKABAR.COM — MMS Group Indonesia (MMSGI) bersama sejumlah mitra memberikan dukungan sarana bagi pelaku UMKM serta menggelar edukasi pengelolaan sampah di kawasan Legian, Bali.

CEO MMSGI Sendy Greti mengatakan kegiatan yang melibatkan Yayasan Life After Mine (LINE), MMS Land melalui Pullman Bali Legian Beach, sekolah, dan komunitas tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

“Melalui dukungan kepada pelaku UMKM, edukasi bagi anak-anak, serta kolaborasi dengan sekolah dan komunitas, kami ingin menghadirkan manfaat yang dapat terus tumbuh bagi masyarakat sekaligus lingkungan,” kata Sendy dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin.

Untuk mendukung aktivitas pelaku UMKM di kawasan Pantai Legian, MMSGI bersama Yayasan LINE dan MMS Land melalui Pullman Bali Legian Beach menyerahkan 20 unit parasol dan sembilan tempat sampah terpilah melalui PUBDA Legian.

Sarana tersebut ditujukan untuk menunjang aktivitas pelaku usaha yang sehari-hari beroperasi di kawasan pantai sekaligus mendukung pengelolaan sampah di lingkungan sekitar.

Pada aspek lingkungan, kegiatan Bigger Dream 2026 melalui MMSGI Eco Warriors melibatkan 150 siswa dan 25 guru SD Negeri 1 Legian, 30 karyawan MMSGI, serta komunitas Malu Dong Bali.

Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih Pantai Legian pada Minggu (27/9), yang melibatkan para siswa dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkungan pantai.

Kegiatan kemudian dilanjutkan di SD Negeri 1 Legian dengan edukasi pengelolaan sampah menggunakan metode “Lihat, Pungut, Pilah, Buang”.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan cara mengenali jenis sampah, memilahnya berdasarkan kategori, serta memahami bahwa sebagian material dapat dimanfaatkan kembali apabila dikelola dengan tepat.

Program tersebut juga memberikan fasilitas pengelolaan sampah kepada SD Negeri 1 Legian berupa tempat sampah terpilah, alat pemadat botol (bottle press), tumbler, dan perlengkapan kebersihan.

Sementara itu, komunitas Malu Dong Bali mendapatkan rompi kegiatan lingkungan (eco vest) serta kotak pengumpulan sampah (drop box) untuk mendukung aktivitas pengumpulan sampah di kawasan Pantai Legian.

Kepala SD Negeri 1 Legian Noor Octa Fiyanti mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memahami pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga lingkungan.

“Dengan belajar mengelola sampah secara sirkular hari ini, anak-anak sedang menjaga masa depan mereka sendiri,” ujarnya.

Kegiatan pemberdayaan ekonomi dan lingkungan tersebut merupakan bagian dari MMSGI Connect 2026 yang menggabungkan dukungan terhadap pelaku usaha lokal dengan edukasi pengelolaan sampah kepada pelajar dan masyarakat.