NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), untuk mengatasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo. OMC ini direncanakan akan berlangsung selama 7 hari ke depan.

"Kami di sini untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk pemadaman kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo," kata Supervisi OMC dari Kedeputian Modifikasi Cuaca BMKG, Yana Arifin, kepada para wartawan di sela-sela persiapan pelaksanaan OMC di Lanud Adi Soemarmo, Boyolali, Kamis (10/9/2026).

"Operasi ini direncanakan dari tanggal 9 sampai 15 (September 2026). Tapi ya semua itu kita bergantung dengan kondisi cuaca (ketersediaan awan potensial)," lanjut dia.

Operasi Modifikasi Cuaca untuk penanganan kebakaran TPA ini dipusatkan di Landasan Udara (Lanud) Adi Soemarmo, Boyolali. Menggunakan pesawat jenis Cessna. Sekali terbang mengangkut 800 kg atau 8 kwintal garam untuk menyemai bibit awan.

Menurut Yana, modifikasi cuaca untuk pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo, memiliki tingkat kesulitannya akan lebih tinggi. Hal ini karena target luasan area yang sangat kecil.

Namun, imbuh dia, misi OMC ini selain untuk pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo, juga melakukan mitigasi kekeringan di wilayah Jawa Tengah.