NADIKABAR.COM — Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak kembali berperang. Hal itu disampaikan menyusul ancaman dari musuh-musuh republik Islam tersebut mengenai kemungkinan dimulainya kembali serangan.

"Jika musuh sekali lagi melancarkan serangan militer atau teroris, maka angkatan bersenjata Republik Islam dan bangsa Iranlah yang akan menentukan waktu dan kondisi untuk mengakhiri serangan tersebut," demikian pernyataan Khamenei yang diposting di situs pemerintah, seperti dilansir AFP, Minggu (1/11/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang dilaporkan antara Khamenei dan komandan senior militer, termasuk kepala staf angkatan bersenjata Ali Abdollahi, panglima militer Amir Hatami dan komandan Garda Revolusi Ahmad Vahidi. Itu adalah pertemuan pertama yang dilaporkan di antara mereka.

Khamenei belum pernah terlihat di depan umum sejak ia menjadi pemimpin tertinggi, menyusul pembunuhan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel pada awal perang Timur Tengah pada bulan Februari.

Menurut pernyataan itu, Khamenei memerintahkan para komandan untuk memastikan bahwa "setiap tingkat atau jenis ancaman harus ditanggapi dengan respons segera, berdampak, dan tidak terbatas secara geografis".

Dikatakan juga bahwa Khamenei memerintahkan para komandan untuk memperbarui daftar target Iran dengan memasukkan "semua jenis aset berwujud dan tidak berwujud milik musuh Amerika-Zionis".

Perang dimulai pada tanggal 28 Februari dengan serangan AS-Israel terhadap Iran, yang dengan cepat dibalas dengan serangan terhadap negara-negara di kawasan tersebut.

Pernyataan pemimpin tertinggi tersebut muncul ketika upaya diplomatik baru sedang dilakukan untuk mencegah dimulainya kembali pertempuran.

Delegasi Qatar tiba di Teheran pada hari Jumat untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Iran, setelah Iran dilaporkan menerima surat dari Wakil Presiden AS JD Vance. Menurut media Iran, Teheran belum menanggapi surat tersebut.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belum membuat keputusan mengenai serangan baru terhadap Iran di tengah terhentinya perundingan perdamaian. Hal itu diungkap Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

"Kita dapat mencapai tujuan militer jika kita menghendakinya," kata Rubio pada konferensi pers di Atlanta, Georgia, di mana ia menjadi tuan rumah bagi para menteri luar negeri G20, seperti dilansir AFP, Minggu (1/11/2025).

Namun Rubio menambahkan bahwa Trump "belum membuat keputusan" mengenai tindakan militer lebih lanjut, di tengah laporan bahwa pemimpin AS tersebut mungkin akan menyerang setelah pemilu paruh waktu yang penting pada hari Selasa.

"Saya tidak mempunyai pengumuman mengenai hal itu kepada Anda hari ini, dan kami juga tidak menganggap entengnya," kata Rubio.