NADIKABAR.COM — Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menyerahkan trofi kepada Marco Bezzecchi yang berhasil menjuarai Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), kemarin.

Pembalap Aprilia Racing tersebut tampil impresif dengan mengungguli Raul Fernandez yang finis di posisi kedua dan Jorge Martin di posisi ketiga. Kemenangan ini sekaligus menjadi kemenangan ke-300 pembalap Italia di kelas utama kejuaraan dunia balap motor.

Penyerahan trofi oleh Erick menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian penyelenggaraan ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut. Kehadiran Indonesia sebagai tuan rumah MotoGP tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga kelas dunia, tetapi juga membuka ruang bagi Indonesia untuk memperkuat eksposur internasional melalui olahraga.

Momen penyerahan trofi itu turut mendapat perhatian media olahraga Italia. Dalam siaran langsung Sky Sport MotoGP, yang juga diunggah di akun Instagram resminya, komentator memperkenalkan Erick kepada pemirsa dengan menyinggung rekam jejaknya sebagai mantan Presiden Inter Milan yang kini menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia.

Sorotan tersebut menjadi detail menarik di tengah perhelatan MotoGP Mandalika. Selain menjalankan perannya sebagai Menpora dalam mendukung penyelenggaraan ajang olahraga internasional, Erick juga dikenal oleh publik sepak bola Italia melalui kiprahnya bersama Inter Milan pada periode 2013-2018.

Hal ini menjadi salah satu gambaran bagaimana penyelenggaraan ajang olahraga internasional di Indonesia menghadirkan momen yang dapat menjangkau audiens global. MotoGP Mandalika bukan hanya menjadi arena persaingan para pembalap terbaik dunia, tetapi juga panggung bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah ajang olahraga berkelas internasional.

Erick menegaskan penyelenggaraan event ini perlu dilihat lebih luas daripada sekadar persaingan pembalap papan atas. Di balik kompetisi, terdapat peluang untuk memperkuat citra Indonesia, mendorong aktivitas ekonomi, mengembangkan sport tourism, serta membuka ruang bagi tumbuhnya industri olahraga nasional.

Erick menilai penyelenggaraan ajang olahraga internasional memiliki nilai strategis yang besar dalam memperkuat citra dan posisi Indonesia di kancah global.

"Ketika Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga dunia, yang kita hadirkan bukan hanya sebuah kompetisi. Kita juga membawa nama Indonesia ke hadapan masyarakat internasional," ujar Erick dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya efektivitas dan dampak turunan dari setiap event skala besar yang digelar di Indonesia.

"Karena itu, penyelenggaraan event olahraga harus memberikan manfaat yang nyata, mulai dari penguatan citra bangsa, pergerakan ekonomi daerah, hingga tumbuhnya industri olahraga dan pariwisata," tambahnya.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat, Pertamina Grand Prix of Indonesia diharapkan terus menjadi instrumen strategis bagi bangsa. Ajang ini dioptimalkan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah olahraga internasional sekaligus destinasi sport tourism yang diperhitungkan dunia.