Nurdin lalu dibawa ke rumah sakit terdekat. Ia sempat diberi bantuan oksigen menggunakan Oxycan. Namun, kondisinya masih kesulitan bernapas.
Selanjutnya, karena ambulans belum tiba, rekan-rekannya berupaya membawa Nurdin menggunakan mobil BPK. Saat di perjalanan menuju rumah sakit, Nurdin terus mengeluhkan dadanya yang sakit.
Beberapa kali, Nurdin hilang kesadaran tapi bisa kembali disadarkan oleh rekan lainnya. Nurdin juga sempat mengalami kejang-kejang.
"Dia sempat mencengkeram badan saya, dia bilang kalau dadanya sakit. Kemudian saya masih berusaha menyadarkannya. Nggak lama setelah itu sampai ke rumah sakit dan dinyatakan tidak selamat," kata Amat.