NADIKABAR.COM — Truk muatan pasir terlibat kecelakaan dengan kereta api Malabar di perlintasan kereta api sebidang berpalang di Jalan Raya Gondang-Ngering, Desa Sumyang, Kecamatan Jogonalan, Klaten dini hari tadi. Akibat kejadian itu, truk bernomor polisi AD 9624 FG mengalami kerusakan parah.
Dari pantauan NadiKabar di lokasi, truk terlihat hancur. Bak truk sudah tidak berbentuk, roda lepas dan tinggal bagian kemudi yang ringsek. Posisi truk terlempar sekitar 50 meter dari perlintasan KA yang berpenjaga. Muatan pasir sebagian masih di sekitar perlintasan dan tidak ada kendaraan lain yang terlibat.
Kecelakaan tersebut juga membuat sejumlah jadwal perjalanan kereta menjadi terganggu. Salah seorang saksi, Sugianto (40) warga Desa Sumyang, menuturkan benturan suara tabrakan terdengar cukup keras.
"Kejadiannya sekitar pukul 01.15 WIB. Suaranya benturan keras terdengar dari desa," tutur Sugianto (40) kepada NadiKabar di lokasi, Kamis (27/8/2026) pagi.
Sugi menambahkan, truk muatan pasir melaju dari arah Gondang (utara) ke selatan. Kemudian truk berhenti di tengah perlintasan kereta api sehingga tertabrak kereta api dari arah barat.
Mendengar ada benturan, lanjut Sugi, warga sekitar berdatangan ke lokasi. Warga membantu membersihkan perlintasan dari pasir.
"Tadi bantu bersihkan pasir dengan alat seadanya agar kereta lain bisa lewat. Tidak ada korban, sopir dan kernet selamat, " katanya.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polresta Klaten, Iptu Ryan Dwi Prabowo, menjelaskan kejadian sekitar pukul 01.25 WIB. Saat itu, dump truk melaju dari arah Gondang.
"KBM dump truk pasir dari arah Gondang (utara) ke Ngering. Saat melintas masuk rel truk mogok," jelas Ryan di lokasi kepada awak media, Kamis (27/8/2026) siang.