Total sebanyak enam orang diamankan di ruko tersebut, masing-masing berinisial LJ, XM, F, MY, AK, dan AY. Pada saat bersamaan, tim di lokasi berbeda turut mengamankan lima orang tersangka lainnya yang terafiliasi dengan jaringan ini, yakni RY, RM, RZ, MN, dan B.

Ruko tersebut disulap sedemikian rupa dengan ruangan-ruangan untuk setiap tahapan proses produksi sabu. Ruangan-ruangan tersebut dipenuhi bahan kimia berbahaya serta peralatan produksi lengkap.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto turun langsung ke lokasi saat memimpin jumpa pers pengungkapan kasus tersebut di Pidie, Aceh, pada Jumat (23/10). Suyudi menyebut laboratorium ini memproduksi sabu kualitas blue ice.

"Sabu yang bisa dibilang terbaik atau dikenal dengan blue ice ini berhasil kita ungkap berkat kolaborasi, keterpaduan, dan joint operation antar-lembaga, baik Polri, BNN, Bea Cukai, serta didukung oleh masyarakat setempat," ujar Suyudi dalam paparannya di lokasi.

"Kita telah berhasil mengungkap hampir 1,2 ton sabu yang tentu nilainya sangat fantastis. Yang paling penting, kita bisa menyelamatkan anak bangsa dari kehancuran yang dapat merusak masa depan anak-anak kita," sambungnya.