Jembatan Sungai Yalu ini sendiri membentang sepanjang 3 kilometer di atas Sungai Yalu yang memisahkan daratan China dan Korut. Korut menyebutnya sebagai Sungai Amnok. Jembatan dengan empat jalur ini dikhususkan untuk kendaraan.

Dibukanya akses darat antara kedua negara melalui jembatan ini diharapkan semakin mempererat hubungan ekonomi antara China yang merupakan raksasa Asia dan Korut yang terisolasi. China merupakan mitra dagang terbesar Korut, sekaligus sumber dukungan diplomatik, ekonomi, dan politik yang vital bagi negara tertutup yang memiliki senjata nuklir tersebut.

Kim kemudian disambut oleh Penasihat politik papan atas China, Wang Huning. Wang kemudian mendampingi Kim meletakkan karangan bunga di tugu peringatan. Lagu kebangsaan China dan Korut juga diperdengarkan di lokasi itu.