NADIKABAR.COM — (ANTARA/Business Wire)-- Sejak awal berdiri, Moncler selalu berada di garis depan dan melengkapi penampilan para perintis paling berani di dunia—yaitu mereka yang pertama kali mengeksplorasi sehingga orang lain dapat mengikuti jejak mereka.

Semangat tersebut tetap hidup dalam koleksi Moncler Re/Icons yang baru. Koleksi ini mengadopsi gaya-gaya ikonik dari arsip merek dan didesain ulang untuk generasi baru, serta dihidupkan oleh tiga sosok perintis budaya yang telah menempuh jalur karier mereka sendiri yang luar biasa, yaitu: Cher, JENNIE, dan Grace Jones. Mereka masing-masing telah menjalani karier dengan mengambil langkah berani, berhasil melakukan sesuatu yang tampak mustahil, dan meraih prestasi yang lebih tinggi, dengan tidak mengikuti cara yang telah dilakukan orang lain sebelum mereka. Sebagai perintis dengan cara uniknya sendiri-sendiri, mereka membuka jalan bagi orang lain untuk diikuti dan membangun warisan abadi yang senantiasa membentuk masa depan.

Terinspirasi oleh foto-foto arsip milik Lionel Terray, seorang pendaki perintis pegunungan Alpen sekaligus kolaborator awal Moncler, kampanye ini menyoroti para perintis kami melalui potret-potret yang mencolok. Dalam potret tersebut, mereka tampil mengenakan versi baru dari pakaian luar dan aksesori ikonik Moncler.

"Semangat perintis itu artinya terus maju dan gigih. Para perintis harus gigih. Terus melangkah, tidak menyerah, dan bersyukur."

Cher berhasil menaklukkan segala rintangan, bukan hanya untuk mencapai puncak kesuksesan, tetapi juga untuk tetap bertahan di situ. Cher tidak mengikuti apa yang telah dibuat orang lain. Ia menghabiskan puluhan tahun memanfaatkan transformasi diri serta merangkul evolusi, melintasi batas antara musik, film, dan mode untuk terus membentuk gaya global serta menarik perhatian budaya pop. Dengan menyatukan masa lalu dan masa depan, yaitu warisan ikonik dengan sentuhan modern, Cher mewujudkan semangat inovasi yang tak lekang oleh waktu dan autentisitas yang menantang.

Cher adalah pemenang penghargaan Emmy, Grammy, Golden Globe, dan Oscar—yang menjadi bukti kuat atas karyanya, serta bagi mereka yang berani memimpin ketimbang hanya mengekor. Semangat perintis Cher melampaui golongan usia serta berbagai keterbatasan dan hambatan, dengan menyatukan berbagai generasi melalui visi bersama tentang ekspresi diri yang berani dan autentik.

Cher mengenakan jaket Moncler Re/Icons Himalaya berwarna putih dan jaket Verone berwarna hitam. Penampilannya dipercantik dengan syal kuning mencolok yang mengingatkan pada gaun syal ikonik karya Bob Mackie yang dikenakan di acara *The Cher Show*. Dalam film *Re/Icons*, Cher menarik-narik syal sebagai bentuk candaan terhadap momen pengungkapan legendaris dalam acara tersebut, yang membuat para penari di sekelilingnya bergerak serentak dengan semangat menggebu-gebu.

JENNIE. MERINTIS DUNIA YANG LEBIH LUAS.

“Impian paling luar biasa saya yaitu terus menemukan berbagai sisi diri saya yang belum pernah saya jumpai. Terus berkarya dengan bebas, mengeksplorasi hal-hal baru, dan tak pernah berhenti memiliki impian yang lebih besar.”

Karier JENNIE telah jauh melampaui asal-usulnya dari dunia K-pop. Ia muncul sebagai ikon global dan suara yang mewakili generasi baru. Sebagai artis perintis dan fenomena yang kreatif, pengaruhnya meluas tanpa batas ke dunia musik, mode kelas atas, dan penciptaan dunia digital. Pengaruh JENNIE melampaui batas-batas negara untuk memajukan gaya global dan mendesain kembali kemungkinan-kemungkinan ekspresi diri. Dengan berbicara langsung kepada orang-orang dari berbagai generasi dan tanpa batas yang memandangnya sebagai panutan dalam merangkul individualitas, JENNIE merupakan sosok perintis global tipe baru, yang membantu menciptakan dunia yang lebih luas di mana seni, kreativitas, dan identitas tidak mengenal batas.

JENNIE mengenakan jaket Moncler Re/Icons Karakorum berwarna hitam dan rompi Tibb berwarna karamel serta dikelilingi oleh wajah-wajah dari berbagai penjuru dunia. Di tengah kerumunan yang besar dan terus bergerak ini, JENNIE tampil sebagai sosok menonjol, mencerminkan jangkauan dan pengaruhnya yang luar biasa di kancah global sebagai seorang perintis budaya.

GRACE JONES. MERINTIS KEKUATAN IDENTITAS.

“Semangat perintis itu artinya tantangan. Saya suka tantangan yang membuat saya merasa telah mencapai sesuatu yang tadinya tidak mungkin dicapai.”

Hanya ada satu Grace Jones. Sebagai ikon sekaligus pendobrak tradisi yang berani, ia mengubah citranya menjadi sebuah mahakarya inovatif, yang meruntuhkan kebiasaan di dunia musik, mode, ras, dan gender untuk merintis suara, citra, serta cara hidup baru yang berani. Dengan tetap teguh pada pendiriannya sendiri, Grace menjadikan gaya pribadinya sebagai perisai, mengubah energi kreatif menjadi kekuatan ekspresi diri, serta menembus batasan-batasan yang menghalangi seseorang menjadi ikon. Garang, luar biasa, dan tentu saja unik, Grace membuka jalan bagi mereka yang tidak mau mengikuti arus.

Grace Jones mengenakan jaket Moncler Re/Icons Karakorum berwarna ungu tua, yang secara jelas merujuk pada karya ikoniknya bersama sutradara Jean-Paul Goude. Dikelilingi oleh orang-orang yang mirip dengannya dengan riasan dramatis yang khas, Grace menjadi cerminan mencolok dari pengaruhnya yang tak lekang oleh waktu, mengaburkan batasan antara yang orisinal dan ikonik, masa lalu dan masa kini.

Difoto dan disutradarai oleh Gabriel Moses, kampanye ini menyoroti setiap ikon secara jelas dengan menempatkan mereka di tengah kerumunan sebagai ekspresi individualitas yang kuat. Dengan mengangkat kisah, warisan, dan kehadiran mereka yang tak tertandingi, Moses menciptakan potret sinematik yang memancarkan kekuatan, keanggunan, dan orisinalitas. Di tiga dunia yang berbeda, Cher, JENNIE, dan Grace Jones tampil sebagai para perintis yang tidak pernah mengikuti jejak orang lain tetapi menempuh jalan mereka sendiri.

Koleksi Moncler Re/Icons kini sudah tersedia di gerai-gerai Moncler pilihan dan di moncler.com.

Pengumuman ini dianggap sah dan berwenang hanya dalam versi bahasa aslinya. Terjemahan-terjemahan disediakan hanya sebagai alat bantu, dan harus dengan penunjukan ke bahasa asli teksnya, yang adalah satu-satunya versi yang dimaksudkan untuk mempunyai kekuatan hukum.

Tersedia Galeri Multimedia/Foto: https://www.businesswire.com/news/home/20261015573482/en