NADIKABAR.COM — Penyelenggaraan event otomotif dinilai dapat memberikan dampak ekonomi bagi daerah, termasuk menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan. Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat Moreno Soeprapto berharap kolaborasi IMI dengan pemerintah daerah dapat memperluas manfaat kegiatan otomotif bagi masyarakat setempat.

"Alhamdulillah, dampak ekonominya memang sangat terasa. Para pedagang UMKM tanpa diundang datang ke lokasi. Mulai dari hari Kamis saat latihan, kemudian Jumat semakin bertambah. Kita juga prioritaskan masyarakat dari wilayah setempat untuk ikut berpartisipasi," kata Moreno dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMI 2026 di Hotel Premier, Pekanbaru, Selasa (3/11/2026).

Menurut Moreno, aktivitas ekonomi di sekitar lokasi event otomotif biasanya mulai terlihat sejak sesi latihan hingga hari perlombaan. Karena itu, keterlibatan masyarakat setempat perlu menjadi bagian dari penyelenggaraan kegiatan.

Dia juga berharap IMI Riau dapat memperkuat kolaborasi dengan komunitas otomotif dan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong penyelenggaraan lebih banyak kegiatan otomotif yang memberikan manfaat bagi daerah.

Moreno mengingatkan bahwa keberhasilan event tidak hanya diukur dari lahirnya pembalap berprestasi. Kualitas ekosistem pendukung, seperti marshal, tim medis, dan tenaga pelaksana lainnya, juga harus diperhatikan.

Penyelenggaraan kegiatan otomotif, lanjutnya, perlu mengedepankan keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, serta kesiapan sumber daya manusia yang terlibat.

Selain penguatan ekosistem penyelenggaraan, IMI Pusat juga menyiapkan pembinaan atlet secara berjenjang. Program tersebut ditujukan untuk mencari dan mengembangkan bibit pembalap roda dua maupun roda empat sejak usia dini.

Pembinaan bahkan dimulai sejak anak berusia empat, tujuh, hingga sepuluh tahun. Jenjang kompetisi disiapkan mulai dari kelas paling dasar hingga gokart sebelum nantinya diarahkan menuju kompetisi tingkat internasional.

Moreno menyampaikan hal tersebut dalam rangkaian Rakernas IMI 2026 yang sekaligus diisi pelantikan pengurus IMI Provinsi Riau periode 2026-2030. Pelantikan dilakukan langsung oleh Moreno kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang kembali dipercaya memimpin IMI Riau untuk periode keempat.

Agung mengatakan Rakernas IMI tahun ini dihadiri perwakilan dari 38 provinsi. Kehadiran delegasi dari berbagai daerah tersebut diharapkan dapat memperkenalkan potensi Riau dan Kota Pekanbaru sekaligus membuka peluang investasi dan meningkatkan kunjungan.

"Alhamdulillah, kita menjadi tuan rumah Rakernas. Tentu kehadiran 38 provinsi ini bisa mengenalkan Provinsi Riau, bahkan Kota Pekanbaru. Harapan kita ke depan semakin banyak yang datang, baik untuk berinvestasi maupun melihat berbagai potensi yang ada di sini," kata Agung.

Menurut Agung, rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari. Para peserta juga datang bersama rombongan sehingga memberikan peluang bagi sektor usaha dan pariwisata daerah untuk mendapatkan manfaat.

Dia berharap IMI Riau dapat berkolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah. Organisasi otomotif tersebut tidak hanya diharapkan mengembangkan olahraga otomotif dan prestasi atlet, tetapi juga membantu mencegah aksi balap liar.

"Harapan kita tentu bisa berkolaborasi melalui dunia otomotif untuk membangun Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru. Kita juga ingin menentang balapan liar, memajukan otomotif, serta memperhatikan seluruh atlet yang tergabung di dalamnya," jelasnya.

Agung menegaskan fokus IMI tidak hanya berkutat pada kegiatan balapan. Organisasi tersebut juga memiliki bidang pariwisata dan berbagai kegiatan lain yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah, termasuk peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Salah satu agenda yang ingin diperjuangkan adalah mendatangkan lebih banyak event berskala nasional ke Kota Pekanbaru. Kegiatan tersebut mencakup olahraga otomotif, pariwisata, maupun agenda nasional lainnya.

"Kita akan membawa event-event nasional ke Kota Pekanbaru. Termasuk event pariwisata, balapan, dan kegiatan lainnya. Harapan kita juga ada fasilitas atau bangunan olahraga yang bisa dibantu pembangunannya, khususnya untuk Kota Pekanbaru," ungkapnya.

Agung menyebut kepercayaan untuk kembali memimpin IMI Riau menjadi periode keempat sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Jika dihitung berdasarkan masa kepengurusan empat tahunan, ia telah mengemban tanggung jawab tersebut selama kurang lebih 16 tahun.

Sementara itu, Moreno mengapresiasi pelaksanaan Rakernas dan pelantikan pengurus IMI Riau. Dia menyebut kegiatan di Pekanbaru menjadi agenda Rakernas pertama di luar Jakarta selama masa kepemimpinannya.

Moreno juga menilai pengurus provinsi menjadi ujung tombak pelaksanaan program IMI. Meski pengurus pusat menjalankan fungsi administrasi, implementasi berbagai program organisasi lebih banyak berlangsung di daerah.