Morizono dikembangkan melalui kolaborasi PT Graha Perdana Indah (GPI) dan Sumitomo Forestry Indonesia. Konsep hunian tersebut dirancang dengan sentuhan arsitektur Jepang oleh Takahiro Fuwa. Pengembang juga menyebut konstruksi Morizono menggunakan standar SNI dan ASCE dengan pengawasan tim Jepang. Salah satu aspek yang menjadi pembeda adalah aspek keberlanjutan.

Morizono telah memperoleh sertifikasi EDGE Advanced. Berdasarkan informasi pengembang, hunian tersebut ditargetkan mampu menghemat penggunaan energi hingga 68 persen, mengurangi konsumsi air hingga 25 persen serta menekan embodied carbon material hingga 24 persen.

Potensi Morizono juga tidak dapat dilepaskan dari perkembangan kawasan Sawangan. Gardens at Candi Sawangan memiliki luas sekitar 250 hektare dan dikembangkan sebagai kawasan hunian terpadu.

Dari sisi akses, kawasan ini memiliki kedekatan dengan jaringan JORR 2 dan akses Tol Depok-Antasari, sementara berbagai fasilitas pendidikan, komersial dan kesehatan terus berkembang di sekitarnya.