"Menurut keterangan Saksi 1, sekitar jam 18.15 WIB pelaku datang menggendong anaknya (korban) sambil menangis, terus pelaku meminta tolong terhadap Saksi 1 untuk mengantar korban ke rumah sakit," ujar Andre.
Andre mengatakan Saksi 1 berinisial S sempat bertanya sakit apa yang dialami korban kepada pelaku. Saat itu pelaku berdalih korban muntah-muntah. Namun, ketika S mengecek, ternyata wajah korban penuh luka lebam.
"Kemudian Saksi 1 bertanya terhadap pelaku 'emang korban sakit apa', kemudian korban diletakkan di lantai oleh pelaku dan berkata kalau korban sakit karena muntah-muntah. Tetapi, sewaktu dicek oleh Saksi 1 bahwa wajah korban penuh dengan luka lebam," ujarnya.
Tak berhenti di situ, pelaku juga berdalih korban tertimpa kipas angin. Andre mengatakan alasan ini juga yang disampaikan pelaku kepada ibu kandung korban.
"Saksi 1 kemudian bertanya lagi terhadap pelaku 'kamu apain anak ini' dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin dan jawaban pelaku berbelit-belit," ujarnya.