Keputusan untuk tidak mengubah jadwal juga menjadi bahan perdebatan karena Minggu sudah diperkirakan menjadi hari dengan kondisi cuaca terburuk sepanjang akhir pekan.

Meski prakiraan sebelumnya tidak menunjukkan risiko gangguan jarak pandang separah yang terjadi, cuaca Phillip Island memang dikenal sulit diprediksi. Ada pandangan bahwa penyelenggara seharusnya mengambil langkah lebih berhati-hati, terutama karena balapan tersebut menjadi penampilan terakhir MotoGP di sirkuit ikonik itu sebelum pindah ke Adelaide pada musim depan.

Pembatalan balapan utama juga berdampak pada persaingan gelar juara dunia. Marc Marquez datang ke Minggu dengan keunggulan 10 poin atas Jorge Martin setelah memenangi Sprint Race pada Sabtu. Martin sendiri mengalami kecelakaan dalam Sprint Race dan mengalami patah tulang pergelangan tangan sehingga absen di balapan utama.

Sebagai salam perpisahan untuk Phillip Island, para pebalap tetap menjalani dua putaran parade di belakang safety car dan berhenti di lintasan lurus utama untuk menyapa para penggemar.

Dengan demikian, keputusan tidak memajukan balapan ke Sabtu didasarkan pada prakiraan yang tersedia saat itu, bukan karena penyelenggara tidak mempertimbangkan cuaca. Namun, pembatalan pada hari terakhir tetap menyisakan pertanyaan mengenai seberapa jauh risiko cuaca yang sulit diprediksi seharusnya diantisipasi.