Selain rantai, masalah pada kopling juga dapat memengaruhi efisiensi. Pada motor dengan kopling manual, kopling yang selip bisa membuat putaran mesin meningkat tanpa diikuti pertambahan kecepatan yang sebanding.
Periksa kelonggaran rantai dan lakukan pelumasan sesuai petunjuk pabrikan. Jika putaran mesin meningkat tetapi motor tidak bertambah cepat secara normal, mintalah mekanik memeriksa kondisi kopling dan sistem penggerak.
Cara mengatasi motor yang boros bensin
Setelah mengetahui beberapa penyebabnya, pemilik motor dapat melakukan pemeriksaan secara bertahap sebelum memutuskan membawa kendaraan ke bengkel.
Pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan. Pemeriksaan ini relatif mudah dilakukan dan dapat membantu mengurangi hambatan gulir akibat ban yang kurang angin.
Periksa filter udara, busi, oli mesin, serta komponen lain sesuai jadwal perawatan. Jangan menunggu motor kehilangan tenaga untuk melakukan servis.
3. Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi
Perhatikan jenis dan nilai oktan yang disarankan dalam buku manual kendaraan. Menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan lebih tinggi dari kebutuhan mesin tidak otomatis membuat konsumsi bensin lebih hemat.
4. Terapkan cara berkendara yang halus
Hindari akselerasi dan pengereman yang tidak diperlukan. Jaga kecepatan secara wajar serta antisipasi kondisi lalu lintas dari jarak yang cukup.
5. Kurangi beban yang tidak diperlukan
Keluarkan barang yang tidak dibutuhkan dari bagasi dan jangan membawa beban melebihi kapasitas kendaraan.
Untuk mengetahui apakah motor benar-benar semakin boros, catat jumlah bensin yang diisi dan jarak tempuhnya. Pengukuran dapat dilakukan dengan metode tangki penuh, yaitu mengisi hingga kondisi pengisian yang konsisten, mencatat odometer, kemudian menghitung jarak yang ditempuh hingga pengisian berikutnya.
Sebagai contoh, jika motor menempuh 200 kilometer dengan konsumsi 5 liter bensin, efisiensinya sekitar 40 kilometer per liter. Hasil tersebut sebaiknya dibandingkan dalam beberapa pengisian karena kemacetan, kondisi jalan, dan beban dapat membuat konsumsi berubah.
7. Periksakan motor jika tetap boros
Apabila konsumsi bahan bakar meningkat tanpa perubahan pola penggunaan, terutama jika disertai bau bensin menyengat, kebocoran, asap tidak biasa, atau penurunan tenaga, segera periksakan kendaraan. Kebocoran bahan bakar perlu ditangani secepatnya karena berisiko menimbulkan kebakaran.
Kapan motor perlu dibawa ke bengkel?
Motor sebaiknya diperiksa apabila konsumsi bensin meningkat secara konsisten meskipun cara berkendara dan rute tidak banyak berubah. Pemeriksaan juga diperlukan jika mesin sulit dinyalakan, tarikan terasa berat, putaran mesin tidak stabil, atau lampu indikator gangguan menyala.
Mekanik dapat memeriksa kondisi busi, filter udara, sistem bahan bakar, tekanan ban, rantai, kopling, serta komponen lain yang berpotensi memengaruhi efisiensi.
Hindari langsung mengganti injektor, busi, atau komponen elektronik hanya berdasarkan dugaan. Diagnosis yang tepat dapat mencegah pengeluaran yang tidak diperlukan.
Konsumsi bensin yang meningkat dapat dipengaruhi kebiasaan berkendara, kondisi jalan, maupun masalah teknis pada kendaraan. Dengan mencatat pemakaian bahan bakar, menjaga tekanan ban, dan melakukan perawatan sesuai jadwal, pemilik motor dapat lebih mudah mengetahui perubahan efisiensi serta menentukan kapan pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.