NADIKABAR.COM — Real Madrid mengejar ketinggalan dua gol untuk mematahkan hati AS Roma. Jose Mourinho mengatakan, Madrid memaksimalkan stamina lawan yang menurun.

Los Blancos mengalahkan tuan rumah Roma di Stadion Olimpico dalam lanjutan Liga Champions, Kamis (15/10) dinihari WIB. Madrid bangkit di delapan menit terakhir waktu normal setelah tertinggal 1-3.

Pemain-pemain pengganti Real Madrid, Carlos Espi dan Endrick menyumbang dua gol. Arda Guler mengkreasikan gol penentu kemenangan Madrid, yang diciptakan Antonio Ruediger.

Pelatih Madrid, Jose Mourinho, mengakui bahwa AS Roma tampil superior di sebagian besar pertandingan tadi. Namun, intensitas tinggi Roma menguras tenaga, dan Madrid mengambil keuntungan dari situ.

"Anda bisa mengatakan, tadi itu dua permainan dalam satu pertandingan, Roma superior di setiap aspek di pertandingan pertama, dan kemudian Real Madrid mustahil dihentikan di 20 menit," ucap Mourinho kepada Amazon Prime Italia.

"Setelah ketinggalan 1-3, mungkin orang-orang berpikir pertandingannya sudah berakhir, tapi satu-satunya yang tamat adalah pemain-pemain Roma," sambung pelatih top Portugal ini usai laga Roma vs Madrid.

"Sangat sulit bermain dengan intensitas seperti ini dan gaya sepakbola yang mereka mainkan. Kami melakukan pergantian pemain, karena kebobolan tiga, empat, lima gol tidak membuat banyak perbedaan. Roma tidak mampu mengatasi gempuran serangan yang kami lepaskan," lugas Jose Mourinho.