Wawan menjelaskan Ngaos berkaitan dengan kehidupan spiritual dan kegiatan mengaji. Sementara itu, Mamaos berkaitan dengan seni dan estetika, sedangkan Maenpo menggambarkan ketangguhan yang diwujudkan melalui seni bela diri pencak silat.

Menurutnya, ketiga nilai tersebut menggambarkan konsep manusia paripurna, yakni manusia yang mampu membangun hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan di sekitarnya.

Wawan menyampaikan pentingnya pengenalan budaya lokal di tengah derasnya arus budaya dari luar negeri yang mudah diakses oleh generasi muda melalui berbagai platform. Karena itu, Wawan berharap kegiatan seperti Gelar Budaya Ngaos, Mamaos, Maenpo dapat semakin mendekatkan generasi muda dengan warisan budaya daerahnya sendiri.