Perpustakaan MPR RI diharapkan mampu menjadi pusat literasi konstitusi sekaligus pusat pembelajaran mengenai Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Melalui penguatan literasi ini, pemahaman terhadap dasar-dasar negara diharapkan dapat semakin terinternalisasi dengan baik.

Kegiatan Literasi Kreatif kali ini dikemas melalui sesi pembuatan teh hijau khas Jepang atau matcha. Budi Muliawan, yang akrab disapa Wawan, mengambil filosofi dari proses pembuatan minuman tersebut untuk menggambarkan semangat kerja di lingkungan Setjen MPR RI.

"Selamat meracik matcha untuk teman-teman semua. Ingatlah pedoman bahwa meski bahan-bahan dan proses yang digunakan berbeda-beda, semuanya justru saling melengkapi untuk menciptakan cita rasa yang terbaik," ungkapnya.

Filosofi tersebut, menurut Wawan, selaras dengan dinamika sebuah organisasi.

"Sama seperti organisasi kita di Setjen MPR RI. Setiap unit memiliki lingkup kinerja yang berbeda-beda. Namun, ketika seluruh perbedaan itu berpadu dan bersinergi dengan harmonis, kita akan mampu mencapai tujuan utama organisasi, yaitu memberikan layanan optimal kepada semua pimpinan dan anggota MPR, serta masyarakat luas," jelasnya.