NADIKABAR.COM β Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai terbukanya pintu kerja sama dengan negara tetangga merupakan salah satu upaya untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dia mengatakan bahwa karhutla yang terjadi pada tahun ini memang luar biasa karena ditambah dampak dari fenomena El Nino. Pemerintah juga sudah menerjunkan sekitar 60 ribu personel untuk menangani karhutla di berbagai titik.
"Saya berharap bahwa kondisi di lapangan itu bisa segera tertangani dengan lebih baik lagi dengan adanya dukungan dan bantuan," kata Eddy di Jakarta, Jumat (17/10).
Menurut dia, peristiwa karhutla yang terjadi saat ini perlu menjadi pelajaran guna mencegah peristiwa serupa di masa mendatang. Terlebih lagi, menurut dia, musim kering yang akan datang sudah bisa diprediksi secara dini oleh teknologi.
"Apalagi teknologi yang sekarang kita miliki, tidak hanya pemantauan, tetapi juga AI bisa memperkirakan arah angin ke mana. Kemudian titik-titik mana yang bisa berkembang cepat lebih cepat dibandingkan yang lain-lain," kata dia.
Saat ini, menurut dia, hujan sudah turun ke beberapa daerah yang terdampak karhutla. Dia pun berharap turunnya hujan itu dapat mempercepat proses pemadaman karhutla.
"Tetapi yang paling penting, selain penanganan adalah bagaimana kita untuk melakukan pencegahan," katanya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Arrmanatha Nasir menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan persetujuan untuk menerima bantuan dari negara-negara tetangga dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Tanah Air.
Ia menuturkan, mekanisme bantuan tersebut sudah dalam proses pembahasan di level teknis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
βItu sudah dibahas ya, dan itu sekarang dalam proses. Bapak Presiden juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya,β ujar Arrmanatha Nasir usai menghadiri rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (15/10).