NADIKABAR.COM — PT MRT Jakarta (Perseroda) memperkuat edukasi penggunaan transportasi publik kepada pelajar melalui berbagai program yang dilakukan bersama sekolah dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Mega Indahwati Tanangsa Tarigan mengatakan edukasi tersebut dilakukan melalui sejumlah program, di antaranya MRT Mengajar, kerja sama praktik kerja lapangan (PKL), dan MRT Goes to School.
“Sudah melakukan banyak upaya-upaya, terutama berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan. Jadi, ada MRT Mengajar, kemudian ada juga kerja sama PKL (pedagang kaki lima), kemudian MRT Goes to School,” kata Mega dalam diskusi “Jakarta Bergerak: From School to Global City” di Jakarta, Senin.
Dia menyebutkan MRT Jakarta juga memiliki program reguler berupa Edu Tour dan Edu Wisata yang dapat menjadi sarana pengenalan transportasi publik kepada masyarakat, termasuk pelajar.
Mega menekankan pelajar merupakan salah satu dalam 13 golongan yang memperoleh akses melalui program Kartu Layanan Gratis MRT Jakarta.
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim mengajak generasi muda untuk menjadi pionir dalam membiasakan penggunaan transportasi publik.
Menurut dia, konektivitas transportasi publik Jakarta saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen, berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Chico menuturkan kondisi tersebut membuat masyarakat semakin mudah menjangkau berbagai moda transportasi publik di Jakarta.
“Artinya, ketika kita keluar rumah dan berjalan tidak sampai 500 meter sudah bisa menemukan minimal JakLingko, Mini Trans, Transjakarta, bahkan LRT. Ini yang kemudian harus menjadi gaya hidup dan karakter warga Jakarta,” ujar Chico.
Berdasarkan data Satu Data Jakarta terkait jumlah penumpang angkutan umum yang terlayani per hari pada periode Juni 2026, tercatat jutaan perjalanan warga mengandalkan Moda Raya Terpadu (MRT), bus raya terpadu (BRT), serta kereta komuter.
Dalam catatan rata-rata harian selama Juni 2026, moda transportasi Commuter Line mencatatkan angka pengguna tertinggi, yaitu mencapai kurang lebih 1,02 juta penumpang setiap harinya, sementara angka volume layanan TransJakarta tercatat sekitar 727 ribu penumpang per hari, kemudian moda transportasi MRT Jakarta mencatatkan rata-rata harian sekitar 145 ribu penumpang.