Pihaknya terus berkolaborasi dengan berbagai stakeholder perikanan dan kemaritiman, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), asosiasi dan komunitas perikanan, pemerintah daerah, distributor dan mitra luar negeri untuk memperkuat implementasi perikanan berkelanjutan.

"MSC perkuat sistem pencatatan dan verifikasi yang memastikan bahwa produk hasil laut yang dijual dengan label biru MSC benar-benar berasal dari perikanan yang bersertifikat berkelanjutan. Inovasi kami menargetkan traceability produk hasil laut sudah terdata secara digital," kata Anggita.

Lebih lanjut, ia menyebutkan dengan program sertifikasi lingkungan global untuk seafood tangkap alam, memudahkan industri dan konsumen untuk memilih ikan yang hanya bersumber dari stok berkelanjutan.

Penangkapan ikan dapat dikatakan berkelanjutan jika terdapat cukup ikan di lautan dan meminimalkan dampak terhadap habitat dan ekosistem. Agar hal ini dapat terwujud, perikanan harus dikelola secara efektif.

Technical & Management Support AP2HI Ilham Al Haq mendukung penuh kolaborasi untuk mewujudkan perikanan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

"Kesadaran, pengetahuan dan kedisiplinan menerapkan perikanan berkelanjutan dari pelaku usaha perikanan semakin meningkat baik itu dari hulu dalam penangkapan, perlakukan penyimpanan hingga hilirnya sudah semakin baik dan berstandar," kata Ilham Al Haq.