"Hari ini sudah hampir 100 persen karena semuanya sudah siap, tinggal gladi bersih. Ada sedikit perubahan agar masyarakat umum bisa hadir dan menikmati langsung di Simpang Lima pada malam Minggu," paparnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi bagian penting dari penyelenggaraan MTQ Nasional. Kehadiran warga diharapkan menciptakan suasana meriah sekaligus memberi pengalaman bahwa para ahli Al-Qur'an dari berbagai daerah berkumpul di Jawa Tengah.

"Masyarakat ingin datang dan melihat kemeriahannya, bagaimana para ahli Al-Qur'an ini berkumpul. Videotronnya sudah kita siapkan, tinggal nanti informasinya kita unggah supaya masyarakat tahu," ujarnya.

Pemerintah provinsi juga meminta panitia untuk menjamin kenyamanan para peserta dan kafilah. Pelayanan diminta diberikan sejak kontingen tiba di Jawa Tengah, selama mengikuti rangkaian MTQ, hingga kembali ke daerah masing-masing.

Koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota juga terus dilakukan, termasuk untuk memastikan kehadiran para kepala daerah dalam agenda malam ta'aruf dan malam pembukaan.

Titik-titik penempatan videotron akan segera diumumkan. Langkah tersebut merespons pertanyaan warga yang ingin ikut menikmati pembukaan MTQ Nasional.

"Tadi ada masyarakat yang bertanya, 'Pak, kami bisa ikut menikmati tidak?' Saya bilang, bisa. Nanti kita umumkan titik-titik videotronnya supaya masyarakat bisa menikmati acara MTQ Nasional ini," ujarnya.

Ia meminta panitia dan jajaran Pemprov Jawa Tengah segera menyebarluaskan informasi mengenai lokasi videotron. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat mengikuti kemeriahan acara meskipun tidak berada di area utama pembukaan.

Menurutnya, keinginan masyarakat untuk menyaksikan acara tersebut menunjukkan besarnya antusiasme terhadap MTQ Nasional. Masyarakat ingin melihat para qari, qariah, dan ahli Al-Qur'an dari berbagai daerah berkumpul di Jawa Tengah.