Selain itu, pengembangan tebu juga mulai dirintis dari luas panen di Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang seluas 5 hektare dengan estimasi produksi mencapai 500 ton.
Sebagai langkah nyata di tingkat daerah, Pemkab Muara Enim siap menjalankan tiga strategi utama, yakni pemetaan dan penyediaan lahan, peningkatan kapasitas petani, serta percepatan perizinan investasi.
Pemkab Muara Enim akan mengidentifikasi serta mengalokasikan lahan potensial maupun lahan kritis yang tidak produktif melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk penanaman komoditas bahan baku bioetanol.
Selain fokus pada ketersediaan lahan, Pemkab Muara Enim juga memprioritaskan peningkatan kesejahteraan dan produktivitas petani lokal melalui pemberian pelatihan teknis budidaya, distribusi bantuan bibit unggul, hingga penyediaan pupuk berkualitas.