Pemain berposisi bek kanan itu menerangkan dirinya menanduk Hugo Samir, setelah diduga telah menghina secara verbal terhadap keluarganya, termasuk almarhum ayahnya. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk pelecehan yang seharusnya tidak terjadi dalam pertandingan sepak bola.

"Bagi saya, itu bukan lagi sekadar psywar atau provokasi dalam sepakbola. Tapi merupakan bentuk pelecehan terhadap keluarga dan melewati batas rasa hormat sebagai manusia dan pemain sepakbola profesional," ungkapnya.

Pemain bernomor punggung 71 itu berharap penjelasannya itu menjadi gambaran yang lebih jelas dan utuh kepada suporter serta publik sepak bola nasional terkait dirinya menanduk Hugo Samir.

"Saya berharap penjelasan ini bisa memberikan gambaran yang utuh dalam menilai situasi yang terjadi. Jangan sampai penghinaan terhadap keluarga, bahkan terhadap orang tua yang sudah tiada, terus menerus dibiarkan dan dianggap hal yang lumrah," jelasnya.