NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar terus mendorong strategi pemberdayaan agar taraf hidup masyarakat bisa meningkat dan lepas dari bantuan sosial.

"Kita akan terus mendorong dan mewujudkan jaminan peningkatan taraf hidup yang berkelanjutan dan lepas dari bantuan sosial. Tagline yang terus kita gaungkan, bansos sementara, berdaya selamanya," kata Menko Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan pemerintah memiliki tiga strategi dalam pengentasan kemiskinan.

Pertama, mengurangi pengeluaran masyarakat dengan jaminan sosial, jaminan kesehatan, jaminan ketenagakerjaan, fasilitas pendidikan yang murah, ketersediaan infrastruktur pembangunan, transportasi yang murah, serta biaya pendidikan murah hingga gratis.

Kedua, dengan program-program pemberdayaan sehingga masyarakat memiliki kemampuan menambah penghasilan.

"Ketiga, dalam penanggulangan kemiskinan sesuai dengan Inpres Nomor 8 Tahun 2025 adalah dengan mengurangi bahkan menghabiskan seluruh kantong-kantong kemiskinan," kata Muhaimin Iskandar.

Dengan tiga strategi tersebut, pihaknya menargetkan bisa mengentaskan kemiskinan 22,9 juta penduduk Indonesia.

"Tanggungan kita dengan jumlah 22,9 juta jiwa yang berada di garis kemiskinan atau 8,07 persen populasi adalah bagian integral dari pembangunan kita. Bagian integral dari strategi pemberdayaan kita," kata Muhaimin Iskandar.

Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terdapat paradigma baru yang diterapkan dalam pembangunan nasional, yakni pemberdayaan masyarakat.

"Sejak kepemimpinan Pak Prabowo, ada paradigma baru pembangunan nasional. Paradigma itu adalah menyiapkan masyarakat yang mandiri, berdaya, dan sejahtera. Sehingga tagline yang muncul adalah setiap rupiah yang dikeluarkan dari APBN hendaknya menjadi pemberdayaan masyarakat," kata Muhaimin Iskandar.