NADIKABAR.COM — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas mengecam lelucon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyinggung popularitas nama 'Mohammad' saat mengejek Kepresidenan Iran.

Anwar menilai pernyataan tersebut merendahkan Islam dan menyakiti perasaan umat Muslim.

"Jadi bagi Donald Trump, Islam dan Mohammad sama-sama menjadi bahan ejekan. Hal ini tentu jelas tidak bisa diterima oleh umat Islam karena hal demikian jelas-jelas merupakan sesuatu yang menyakitkan," ujar Anwar kepada wartawan, Senin (19/10).

Menurut Anwar, candaan Trump tersebut tidak sekadar lelucon, tetapi juga mengandung unsur penghinaan. Ia menduga pernyataan itu ditujukan untuk meraih dukungan dari masyarakat dan para mitra politik Trump yang mayoritas beragama Kristen, Katolik, dan Yahudi.

"Tujuannya tentu adalah untuk mendapatkan simpati dari rakyat dan mitranya yang kebanyakan beragama Kristen, Katolik, dan Yahudi. Kita tahu Donald Trump sering sekali menjadikan Islam sebagai musuh bersama," sambungnya.