NADIKABAR.COM — Komisi Rekomendasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mengusulkan pengubahan nama program Koperasi Desa menjadi Koperasi Merah Putih.

"Kami mengusulkan namanya bukan Koperasi Desa tetapi namanya Koperasi Merah Putih," ujar anggota Komisi Rekomendasi, H Hatim Ghazali dalam konferensi pers yang digelar di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).

Tak hanya pengubahan nama, Komisi Rekomendasi juga mengusulkan agar pendekatan program Koperasi Merah Putih itu berbasis komunitas serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap koperasi yang sudah ada.

Selain itu, Hatim juga menyebut usulan agar koperasi pesantren dilibatkan dalam ekosistem Koperasi Merah Putih.

"Mengafirmasi koperasi-koperasi yang sudah ada seperti koperasi pesantren menjadi bagian dalam ekosistem Koperasi Merah Putih," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Saifullah Yusuf menyebutkan dua kesuksesan dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Besantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27-31 Agustus 2026 lalu.

"Yang pertama adalah sukses penyelenggaraan. Yang kedua, sukses hasil-hasilnya," ujar Gus Ipul--sapaan akrabnya.

Lebih lanjut dia menguraikan dari sisi penyelenggaraan, Muktamar NU secara umum telah berjalan baik. Seluruh proses persiapan, katanya, mulai dari penyusunan panitia, perencanaan kegiatan, dukungan pembiayaan, hingga penentuan tempat penyelenggaraan, dilakukan melalui rapat-rapat di tingkat PBNU.

"Alhamdulillah secara umum bisa berjalan dengan baik dan perlu ditegaskan di sini proses Muktamar ini semua dilakukan melalui rapat-rapat yang ada di tingkat PBNU," imbuhnya.