NADIKABAR.COM — Musyawarah Nasional (Munas) VIII Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menyepakati perubahan nama organisasi. Kini berubah menjadi Paguyuban Seluruh Marga Tionghoa Indonesia.

Rangkaian Munas VIII PSMTI berlangsung di Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta, pada 4-6 September 2026. Munas VIII PSMTI dihadiri oleh perwakilan dari 30 provinsi dan 260 kabupaten/kota.

Dalam kegiatan tersebut, Wilianto Tanta kembali terpilih memimpin PSMTI secara aklamasi. Setelah melewati sejumlah tahapan, Wilianto Tanta kembali terpilih secara aklamasi untuk masa kepengurusan 2026-2030.

Selain menetapkan kepemimpinan organisasi, Munas VIII PSMTI juga menghasilkan keputusan penting yang meneguhkan kembali jati diri dan arah perjuangan PSMTI sebagai wadah pemersatu seluruh marga Tionghoa Indonesia.

Dalam sidang pleno Munas, melalui pemungutan suara, nama organisasi Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia berubah menjadi Paguyuban Seluruh Marga Tionghoa Indonesia.

"Munas ini bukan sekadar perubahan atau penegasan organisasi. Ini adalah peneguhan bahwa PSMTI harus menjadi rumah bersama, tempat seluruh marga Tionghoa Indonesia dapat bertemu, bersatu, saling mengayomi, melestarikan budaya, dan bersama-sama mengabdi untuk Indonesia," kata Dewan Pakar PSMTI Sulsel, Yonggris, Minggu (6/9/2026).

Ketua Permabudhi Sulsel itu berharap, kedepan PSMTI semakin mampu menjalankan empat fungsi utama: mempersatukan, mengayomi, melestarikan budaya, dan mengabdi kepada bangsa dan negara.