NADIKABAR.COM — Hubungan kelompok asal Yaman, Houthi, dengan Arab Saudi terus memanas. Terbaru, pihak Saudi melancarkan serangan ke gardu yang memasok listirk di Masjid Nabawi, Madinah.

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan serangan Houthi itu menyebabkan satu transformator tidak dapat beroperasi. Namu, serangan tersebut tidak menganggu jaringan listrik secara keseluruhan.

Dilansir Reuters, Jumat (2/10/2026), beberapa jam setelah pernyataan koalisi tersebut, pihak Houthi melaporkan adanya serangan Saudi terhadap Ibu Kota Yaman, Sanaa, dan wilayah lain di Yaman. Belum ada konfirmasi terkini dari pihak Saudi mengenai laporan tersebut.

Serangan terkini ini merupakan pertempuran paling serius antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran sejak gencatan senjata yang ditengahi PBB sejak tahun 2022.

Permusuhan kembali pecah tahun ini setelah Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi pada bulan Juli dan mulai menyerang wilayah serta pelayaran Saudi, sementara pasukan Houthi juga mencatat kemajuan wilayah yang signifikan di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman.

Arab Saudi telah merespons dengan serangan udara di Yaman dan mendukung pasukan pemerintah yang berjuang untuk memukul mundur Houthi.

Koalisi pimpinan Saudi menyatakan bahwa penyelidikan dan pemeriksaan terhadap puing-puing pesawat nirawak atau drone mengonfirmasi keterlibatan Houthi dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan terhadap pembangkit listrik Madinah. Koalisi menyebutkan bahwa pembangkit listrik tersebut memasok listrik ke Masjid Nabawi, salah satu situs paling suci dalam Islam.

Koalisi menggambarkan insiden tersebut sebagai upaya kedua Houthi untuk menargetkan Mekkah sejak tahun 2017, sementara pihak Houthi membantah telah menargetkan Mekkah ataupun situs suci Islam lainnya.

Pihak Saudi menyatakan bahwa serangan di Madinah merupakan bagian dari apa yang mereka sebut sebagai upaya berulang kali Houthi untuk menargetkan dua masjid suci dan memprovokasi umat Islam di seluruh dunia. Koalisi menyatakan akan terus mengambil langkah-langkah untuk melindungi situs-situs suci dan para peziarah.

Kelompok Houthi kemudian menyatakan bahwa Arab Saudi telah melancarkan serangan terhadap Sanaa serta provinsi Saada, Taiz, dan Amran, menurut kantor berita mereka.

Meskipun tidak ada konfirmasi dari pihak Saudi, pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi menyatakan bahwa mereka telah melancarkan lebih dari dua puluh serangan udara terhadap posisi Houthi di Taiz, dengan sasaran berupa tempat penyimpanan rudal, pusat komando, dan lokasi militer lainnya.

Serangan yang dilaporkan terjadi di Sanaa tersebut akan menjadi yang pertama sejak bulan Juli, ketika pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi menyerang landasan pacu bandara Sanaa untuk mencegah pesawat Iran mendarat.

Kelompok Houthi membantah telah menyerang gardu distribusi listrik di wilayah Madinah, Arab Saudi, yang memasok aliran listrik untuk Masjid Nabawi. Houthi menyebut tuduhan Saudi itu sebagai "kebohongan".

Koalisi pimpinan Saudi melaporkan bahwa penyelidikan dan pemeriksaan terhadap puing-puing drone mengonfirmasi keterlibatan Houthi dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan terhadap gardu listrik di Madinah, yang terjadi pada Selasa (29/9) waktu setempat.

Menurut koalisi pimpinan Saudi, gardu listrik itu memasok aliran listrik ke Masjid Nabawi, salah satu situs paling suci dalam ajaran Islam.

Seorang sumber militer Houthi, yang dikutip kantor berita Saba, yang dikelola oleh kelompok tersebut, seperti dilansir Reuters, Jumat (2/10/2026), langsung membantah tuduhan Saudi tersebut. Dia menyebutnya sebagai sebuah "kebohongan".

Houthi, yang didukung Iran ini, bahkan menyatakan jika tuduhan semacam itu dimaksudkan untuk menutupi apa yang mereka gambarkan sebagai kegagalan Saudi dalam membuktikan tuduhan sebelumnya soal kelompok itu menargetkan kota suci Mekkah dengan serangan drone.