"Alasan utama Mas Ridho Rahmadi mundur adalah karena beliau kesulitan untuk membagi waktu, pikiran dan tenaga tim redaksi Partai Ummat dan posisi beliau sebagai Direktur politeknik AI di Jogja yang baru berumur setahun. Yang kedua-keduanya membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang full," jelasnya.

Disebutkan selama setahun terakhir, Ridho sering bolak-balik Jakarta dan Jogja untuk menjalani tugasnya itu. Hal tersebut dinilai mempengaruhi kondisi kesehatannya.

Selain itu, keputusan mundur sebagai ketum partai disebut sudah dipikirkan matang. Ridho sempat berkonsultasi dengan Amien Rais.