NADIKABAR.COM — Keluarga salah satu siswa SMA Negeri (SMAN) 3 Nganjuk yang menjadi korban keracunan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) murka ke kepala SPPG. Momen itu berlangsung di halaman rumah sakit, Rabu (2/9/2026).
"Kae lo, ponakanku iku. Keracunan! Menune opo, nasi goreng to?" Tanya pria berkaus hitam yang merupakan keluarga korban keracunan MBG kepada 2 orang pemuda di halaman RSUD Nganjuk.
Pria itu berbicara kepada kedua pemuda itu dengan nada tinggi, beberapa kali menunjuk-nunjuk, dan sesekali mengumpat. Sementara kedua pemuda itu tampak terdiam dan sesekali menjawab tapi tidak terlalu jelas karena wajahnya tertutup masker.
Salah satu dari dua pemuda yang didamprat itu diketahui merupakan Kepala SPPG yang bernama Zaidan. Kepala SPPG itu hanya terdiam tidak menjawab apa pun pertanyaan dari pria berkaus hitam itu.
"Nanti ada statement resminya pak," jawab teman Zaidan.
Pria tersebut tidak terima dengan jawaban itu. Dia kemudian menyebut menu nasi goreng yang katanya dilarang oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Ditemui NadiKabar di RSUD Nganjuk, Zaidan juga memilih bungkam. Dia tidak bersedia diwawancarai terkait kejadian tersebut. Dia hanya menyampaikan bahwa dialah kepala SPPG Begadung.
"Mohon maaf. Jangan Pak," ucapnya singkat.
Diketahui sebelumnya bahwa ada 49 siswa SMAN 3 Nganjuk, salah satunya guru perempuan yang menjadi korban keracunan, diduga setelah menyantap menu MBG berupa nasi goreng, ayam suwir, telur dadar, acar dan semangka.
Puluhan korban kini menjalani perawatan di RSUD Nganjuk, rumah sakit Islam dan RS Bhayangkara. Sedangkan sampel menu MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan, sudah dibawa pihak terkait untuk diuji laboratorium.