"Nah, kenapa saya angkat ini? Kalau kita lihat historis dari rumah sakit itu, terlalu banyak kejadian-kejadian-kejadian-kejadian yang membuat pasien korban," ungkapnya.
TP mengungkapkan, salah satu yang menuai sorotan belum lama ini adalah kasus seorang bayi yang juga diduga menjadi korban malapraktik di RSIA Paramount. Bayi tersebut mengalami bocor pada tangannya akibat bekas infus.
"Karena historisnya rumah sakit ini luar biasa, Pak. Satu dekade sudah banyak kejadian, ada yang bocor tangannya, pasien, dan lain sebagainya," katanya.
Taufan yang juga pengajar hukum kesehatan ini mengaku paham betul soal hak pasien, dokter, hingga rumah sakit. Ia bersuara agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban.
"Saya ini pengajar medical law (hukum kesehatan). Saya tahu persis bagaimana hak pasien, bagaimana hak rumah sakit, bagaimana hak dokter, tim redaksi dokter dengan pasien. Nah, olehnya itu saya menyuarakan ini supaya saudara-saudara kita di luar sana jangan jadi korban lagi," tegas Taufan.
TP lantas mendesak Ombudsman lebih proaktif menjalankan fungsi pengawasan dan investigasi. Lembaga pemantau ini dinilai memiliki peran vital sebagai mata dan telinga presiden.
"Memang Ombudsman tidak punya daya upaya sanksi, tapi setidaknya secara administratif bisa melahirkan rekomendasi agar supaya kementerian, lembaga, rumah sakit atau dan lainnya," tegasnya.