NADIKABAR.COM — Meski bernama Universitas Islam Negeri, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terbuka untuk mereka yang ingin menuntut ilmu dari latar belakang apa pun. Termasuk bila mahasiswa memiliki latar belakang selain agama Islam.

Hal itulah yang dirasakan oleh Dr Ivon Rahmani, STh MTh. Dr Ivon baru saja menyelesaikan Program Doktor (S3) di Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Uniknya, Ivon menjalani program S3 Pengkajian Islam melihat latar belakangnya sebagai non-muslim.

Program S3 Pengkajian Islam merupakan program yang berlandaskan ajaran dan etika keislaman. Profil utama lulusan program studi ini biasanya akademisi, peneliti, dan Ahli Agama Utama yang mampu mengembangkan teori-teori.

Ivon mengaku memang dirinya tertarik untuk masuk ke UIN Jakarta. Ia melihat kampus ini sebagai institusi yang terbuka terhadap dialog keberagaman agama.

"Saya tertarik untuk masuk ke UIN Jakarta mengambil program doktoral karena melihat UIN Jakarta sebagai institusi yang sangat terbuka terhadap dialog keberagamaan agama dari berbagai macam denominasi agama yang ada," tuturnya dikutip dari laman resmi UIN Jakarta.

Sebagai sosok yang memiliki latar belakarng berbeda, Ivon memang sempat cemas keberadaannya bisa diterima atau tidak. Namun, setelah menjalani studi, ia merasakan penerimaan dan fasilitas yang baik.

"Awalnya mengalami tantangan dan ada sedikit kecemasan apakah saya diterima atau tidak. Tetapi seiring berjalannya waktu, ternyata kampus UIN Jakarta menerima saya dengan sangat terbuka dan sangat baik," ceritanya.