NADIKABAR.COM — Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Mutiara Ayu Puspitasari, untuk pertama kalinya berhadapan dengan Chen Yu Fei asal China yang merupakan atlet peringkat empat dunia.
Dalam pertemuan keduanya pada babak semifinal beregu putri ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 itu, Mutiara mengaku tak canggung kendati meladeni lawan yang lebih berpengalaman tersebut.
"Saya merasa tidak terbebani. Ada tegang karena lawan ranking empat dunia kan, jadi challenge tersendiri," ungkap Mutiara yang ditemui setelah pertandingan di Ichinomiya, Jepang, Rabu.
Mutiara tampil sebagai tunggal putri ketiga di babak tersebut. Meski sudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya, namun usahanya belum membuahkan hasil positif.
Kekalahan Mutiara dua gim langsung 15-21, 12-21 itu, sekaligus mengakhiri harapan tim beregu putri untuk maju ke partai puncak kompetisi beregu Asian Games 2026.
Hasil minor tersebut tak membuat Mutiara berkecil hati. Dia mengaku bermain tanpa beban dalam partai tersebut, kendati timnya mendulang kekalahan dari dua partai sebelumnya.
"Enggak terlalu memikirkan tim, yang penting kan sudah ada tugasnya masing-masing. Jadi saya berusaha dengan komposisi saya sendiri," ujar Mutiara.
Dari hasil pertandingan babak semifinal tim beregu putri Indonesia, dihasilkan medali perunggu bagi Kontingen Merah Putih.
Perolehan tersebut menjadi peningkatan bagi cabang olahraga bulu tangkis Indonesia, yang pada Asian Games edisi sebelumnya di China 2022 pulang tanpa medali satu pun, baik dari nomor individu maupun beregu.
Pada nomor beregu, Indonesia masih berpeluang menyabet medali emas atau perak dari sektor putra.
Tim beregu putra Indonesia akan bertanding menghadapi Thailand pada babak semifinal yang berlangsung pada pukul 15.00 waktu setempat atau 13.00 WIB.