NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar berpesan agar Indonesia semakin percaya diri menggunakan dan mengembangkan produk buatan sendiri.
"Bangga buatan Indonesia!" ujar Muhaimin Iskandar di Jakarta, Senin, menanggapi pergantian mobil dinasnya dengan Maung MV3 Garuda Limousine berpelat RI 27.
Baginya, Maung bukan hanya kendaraan yang mengantarkannya menjalankan tugas sebagai menteri.
Kendaraan tersebut menjadi salah satu contoh bahwa kemampuan industri Indonesia terus berkembang dan mampu menghasilkan produk bernilai tinggi untuk kebutuhan strategis negara.
"Bukti penting kalau Indonesia mampu. Dirancang, dirakit, dan dikerjakan oleh tangan anak bangsa sendiri," katanya.
Di balik satu unit Maung, terdapat rantai pekerjaan yang jauh lebih panjang daripada sekadar proses perakitan. Pengembangannya mencakup desain, rekayasa, pengujian, validasi hingga produksi, dengan keterlibatan pemasok dan industri pendukung dari berbagai daerah.
Komponen buatan dalam negeri juga diutamakan dalam pengembangannya.
Sementara sejumlah bagian yang belum tersedia di Indonesia, seperti mesin dan transmisi, diperoleh melalui kerja sama dengan mitra global.
Pola tersebut menunjukkan bahwa membangun produk nasional juga berarti membangun ekosistem industri secara bertahap.
Cara pandang tersebut, menurut dia, juga berlaku pada UMKM.
"Produk yang dibuat pelaku usaha di desa mungkin berbeda skala dengan Maung, tetapi memiliki persoalan yang sama, yaitu bagaimana membangun kualitas, kepercayaan, pasar, dan keberanian untuk menggunakan karya sendiri," kata Muhaimin Iskandar.
Menko Muhaimin pun ingin melihat tumbuhnya kepercayaan bahwa karya Indonesia memiliki tempat di negeri sendiri.
Pemerintah, menurutnya, dapat menjadi salah satu bagian dari proses tersebut dengan memberi ruang, menggunakan, dan memperluas pasar produk dalam negeri.
"Penggunaan Maung oleh sejumlah pejabat negara menjadi salah satu contoh bagaimana produk industri nasional mulai hadir di ruang-ruang strategis pemerintahan. Saat ini, sejumlah unit kendaraan buatan PT Pindad telah dialokasikan kepada pejabat negara, khususnya jajaran menteri koordinator. Semangatnya tetap sama, yaitu pakai karya sendiri, besarkan bangsa sendiri," kata Muhaimin Iskandar.
Maung mungkin menjadi salah satu wajah dari kemampuan industri nasional, tetapi di baliknya ada jutaan karya lain yang juga menunggu untuk dipercaya, digunakan, dan dibesarkan di negeri sendiri.
"Kita ingin masyarakat bangga pada produk dalam negeri. Dari kendaraan dinas, sampai UMKM di pasar desa, semangatnya sama, pakai karya sendiri, besarkan bangsa sendiri," ujar Muhaimin Iskandar.