NADIKABAR.COM — Kepala UPT Puskesmas Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Maria Fransiska Ndoi menceritakan kondisi darurat yang dialami tenaga kesehatan (nakes) pascagempa Flores. Mereka tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat meski gedung puskesmas mengalami kerusakan.
Hal itu disampaikan Maria saat Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meninjau kondisi Puskesmas Nangaroro pada Kamis (27/8/2026). Puskesmas tersebut terdampak gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Maria menjelaskan pelayanan kesehatan di puskesmas dipindahkan ke tenda darurat sejak 20 Agustus 2026. Pemindahan dilakukan setelah peralatan medis berhasil dievakuasi dari sejumlah ruangan yang terdampak gempa.
Namun sebelum bantuan tenda darurat datang, para nakes harus mencari cara sendiri agar pelayanan kesehatan tetap berjalan.
"Hari-hari awal sebelum ada bantuan tenda datang itu kami pakai tenda pesta, Bapak Gubernur. Kebetulan ada pasien yang melahirkan dan puji Tuhan bersalin dengan aman. Sekarang sudah pulang ke rumah," kisah Maria kepada Gubernur Laka Lena melalui siaran pers, Kamis (27/8/2026).
Menurut Maria, penggunaan tenda tersebut menjadi solusi sementara agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti di tengah kondisi puskesmas yang mengalami kerusakan.
Ia menjelaskan pemindahan pelayanan dilakukan demi menjaga keselamatan pasien dan tenaga kesehatan. Sejumlah ruangan puskesmas mengalami kerusakan akibat gempa utama dan gempa susulan.
Meski berada dalam kondisi darurat, Maria bersama para nakes tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Laka Lena memberikan semangat kepada para nakes yang tetap bertugas di tengah situasi pascagempa.
"Untuk keselamatan bersama, sementara kita bertahan di tenda dulu untuk urusan pasien. Pastikan urusan kesehatan masyarakat tetap terlayani dengan baik," tegas Laka Lena.
Dalam kesempatan itu, Laka Lena juga menyerahkan bantuan berupa selimut, beras, obat-obatan, dan perlengkapan kesehatan lainnya. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pelayanan di tenda darurat sekaligus memenuhi kebutuhan para tenaga kesehatan.
Ia juga meminta Pemkab Nagekeo dan jajaran kesehatan memperkuat koordinasi agar pelayanan dasar tetap berjalan selama masa tanggap darurat.