NADIKABAR.COM — Pemprov DKI Jakarta membuka uji coba program Namu Balai Kota hari ini. Antusias pelajar hingga anak pejuang kanker pun tampak dari antrean yang mengular untuk masuk ke dalam Balai Kota.

Pantauan NadiKabar di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, antrean masuk tampak di area pendopo Balai Kota. Pelajar sekolah hingga anak-anak pejuang kanker tampak memenuhi pendopo.

Acara uji coba Namu Balai Kota dibuka langsung oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) Suharini Eliawati dan Kadiskominfotik DKI Jakarta Marulina Dewi. Ke depannya, program ini dibuka setiap Sabtu pukul 08.00-17.30 WIB.

Usai pembukaan, peserta pun langsung mengikuti tur Balai Kota untuk mengunjungi sejumlah ruang penting, mulai dari Pendopo, Ruang Tamu Gubernur, hingga pusat pengelolaan Jakarta Smart City.

Di dalam gedung, mereka dijelaskan soal sejarah lukisan yang ada di setiap sudut ruangan Balai Kota. Anak-anak pun tampak senang dan antusias saat menjawab pertanyaan yang diajukan tour guide.

Selain itu, mereka juga mencoba Kids on Air di Studio Berita Jakarta. Anak-anak itu pun merasakan pengalaman menjadi reporter cilik sekaligus mengenal proses di balik produksi berita.

Beberapa anak dari Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) pun ikut mencoba menjadi presenter cilik di studio. Mereka tampak gembira dan senang saat melihat teman-temannya membacakan berita.

Tak hanya tur, Namu Balai Kota juga menghadirkan Mini Mall Pelayanan Publik. Warga bisa mengakses sejumlah layanan pemerintahan dalam satu lokasi.

Di antaranya layanan pengurusan paspor dari Direktorat Jenderal Imigrasi, SIM Keliling dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, serta Samsat Keliling dari Bapenda DKI Jakarta.

Di sisi lain, warga juga dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan, layanan pilah sampah dari Dinas Lingkungan Hidup, pembukaan rekening Bank Jakarta, serta layanan perizinan berusaha dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Selain itu, tersedia layanan kependudukan dari Dinas Dukcapil dan pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Sekda DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan program tersebut merupakan ide Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang ingin menjadikan Balai Kota sebagai ruang yang lebih terbuka bagi warga.

"Beliau menginginkan bahwa yang namanya Balai Kota merupakan tempat yang terbuka yang bisa dikunjungi oleh warganya," kata Elly di Balai Kota Jakarta.

Elli mengatakan pembukaan Balai Kota untuk masyarakat juga diharapkan dapat membuat warga, khususnya anak-anak dan generasi muda, merasa memiliki Jakarta. Menurutnya, pembangunan ibu kota merupakan tanggung jawab bersama.

"Kalau mereka adalah anak-anak yang masih sekolah, itu punya cita-cita, bagaimana sih dia merasa Jakarta ini bagian dari mereka. Jadi pembangunan Jakarta merupakan tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Lewat program ini, warga bisa mengenal lebih dekat kompleks Balai Kota DKI Jakarta melalui tur, kegiatan edukasi, seni, budaya, hingga layanan publik.