"Ini adalah cita-cita saya sejak awal dan kita akan melakukan diversifikasi dari nira yang diproduksi melalui tanaman aren itu akan kita produksi gula aren dalam bentuk bubuk dan juga cair dan itu akan kita ekspor masuk pasar ekspor baik Eropa termasuk Eropa Timur dan juga wilayah-wilayah Arab," ucapnya.
Abdullah menilai pohon aren memiliki daya tahan terhadap musim kemarau karena akarnya dapat menembus tanah hingga kedalaman lebih dari 12 meter. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan secara lebih luas di Maluku.
Ia mencontohkan apabila setiap desa memiliki petani yang mengembangkan pohon aren, perputaran ekonomi dari produksi nira berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.
"Maluku itu terdiri atas 1.200 desa. Pohon aren itu sudah kita hitung, minimal sehari itu dia bisa memproduksi nira 15 liter. Jika seseorang dia punya cukup tiga pohon saja dalam satu kampung dari 1.200 lebih desa di Maluku, maka produksinya setiap hari itu duitnya berputar dan diproyeksikan hampir mencapai setengah triliun rupiah," katanya.