NADIKABAR.COM — Suasana tenang menyelimuti kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen Pandu, Kota Bandung. Rimbunan pohon tua yang berdiri kokoh di sepanjang jalan setapak menebarkan keteduhan, membiarkan sinar matahari menerobos tipis di tim redaksi celah dedaunan.
Angin sepoi-sepoi berembus membuat dahan pohon melambai. Suara burung terdengar nyaring saling bersahutan, diselingi deru mesin kendaraan dari arah jalan raya. Deretan batu nisan berbahan batu alam dan marmer putih dengan beragam bentuk berdiri rapi di kawasan TPU tersebut.
Di tengah suasana tenang itu, terlihat sejumlah peziarah berdatangan, baik menggunakan mobil maupun sepeda motor. Setibanya di lokasi TPU, mereka langsung berjalan menyebar menuju makam yang dituju.
TPU Pandu merupakan pemakaman bersejarah di Bandung yang menyimpan nilai arsitektur tinggi serta menjadi tempat peristirahatan terakhir banyak tokoh penting dari masa Hindia Belanda hingga era pasca-kemerdekaan.
Namun, beberapa waktu terakhir, TPU Kristen Pandu mendadak viral di media sosial. Bukan karena cerita mistis, melainkan karena adanya bangunan liar (bangli) yang berdiri di tengah area pemakaman.
NadiKabar berkesempatan meninjau langsung bangli di tengah TPU Kristen Pandu, Senin (14/9/2026), bersama Kepala UPT TPU Kristen Pandu, Syaiful Iman, beserta jajarannya.
Bangli tersebut memiliki panjang sekitar 8 meter dan lebar 1,5 meter. Bangunan itu berdiri tepat di belakang deretan batu nisan. Bangli itu ditinggali oleh seorang pria bernama Dadang yang berprofesi sebagai relawan kebersihan.
Jika dilihat dari video yang beredar, di dalam bangli itu terdapat sejumlah sangkar burung yang digantung, tas, lemari plastik, lantai keramik, hingga ruangan yang digunakan untuk tidur.