Selain kolam, terdapat pula wahana permainan sederhana serta area terbuka yang dapat dimanfaatkan anak untuk bermain dan bergerak lebih leluasa. Konsep seperti ini membuat orang tua dapat menikmati suasana kawasan sembari menemani anak bermain.

Bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu lebih lama, tersedia pula area kuliner yang menawarkan makanan dan minuman dengan harga yang disebut cukup terjangkau. Dengan begitu, pengunjung tidak harus meninggalkan kawasan wisata ketika membutuhkan makanan atau minuman selama berada di lokasi.

Di balik suasana rekreasi Ndawe Garden Tirta, terdapat sisi lain yang membuat kawasan Ranu Grati menarik untuk diperhatikan. Di lokasi tersebut terdapat Monumen Ranu Grati, yang menjadi penanda sebuah peristiwa tragis dalam sejarah latihan militer.

Berdasarkan informasi yang tercantum pada monumen, peristiwa tersebut terjadi ketika latihan pendaratan pantai. Sebuah tank BTR-50 mengalami kebocoran mesin dan kemudian tenggelam di Danau Ranu Grati.

Peristiwa itu menyebabkan 22 prajurit Yonzipur 10/Amphibi gugur. Nama-nama para prajurit yang menjadi korban kemudian diabadikan melalui monumen yang berada di kawasan tersebut.

Monumen Ranu Grati disebut diresmikan pada 17 Agustus 2020. Keberadaannya memberikan konteks sejarah bagi kawasan wisata yang mungkin sekilas hanya terlihat sebagai tempat rekreasi keluarga.

Karena itu, berkunjung ke Ndawe Garden Tirta tidak hanya tentang bermain air dan menikmati panorama danau. Pengunjung juga dapat meluangkan waktu untuk melihat monumen dan mengenang para prajurit yang gugur dalam peristiwa tersebut.