Sementara itu, bagi sekolah berasrama, izin untuk pulang akan ditentukan oleh kepala sekolah berdasarkan penilaian risiko terkini serta dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesejahteraan siswa.
Adapun berdasarkan pertimbangan Menteri Pendidikan Malaysia, guru dan staf sekolah juga diperbolehkan bekerja dari rumah selama masa penutupan.
Departemen Pendidikan Negeri Johor juga mengimbau orang tua dan wali untuk terus memantau kondisi kesehatan anak-anak, mengurangi aktivitas di luar rumah, serta segera mendapatkan perawatan apabila mengalami gejala seperti batuk, sakit tenggorokan, atau sesak napas.