Novrinia mengaku perdebatan tersebut kemudian merembet pada persoalan dirinya yang disebut sebagai pendatang hingga komentar mengenai fisik.
"Dia bilang 'Wong kon pendatang ae! Kon sing ngalih o'. Karena kalah argumen, dia malah ngata-ngatain 'raimu kayak ngono ae' membawa fisik. Terus istrinya juga datang bukannya meredakan malah bilang 'Wis ojok dipateni! Ojok dipateni!'," jelasnya.
Novrinia mengatakan saat kejadian dirinya hanya berada di rumah bersama bayi, sementara suaminya sedang bekerja. Dia mengakui sempat terpancing emosi hingga mengeluarkan kata-kata kasar.
Dalam unggahan yang viral, Novrinia juga menjelaskan dirinya sebenarnya memahami bahwa lahan tempat pembakaran merupakan hak milik tetangganya. Namun, dia berharap persoalan asap yang masuk ke rumah dapat diselesaikan dengan komunikasi.
Persoalan tersebut kemudian berkembang setelah video cekcok tersebar luas di media sosial. Pada Jumat (4/9), Novrinia mengaku dihubungi pihak Kelurahan Ngaglik untuk menghadiri mediasi.
Namun, menurut Novrinia, dirinya diminta datang sendiri tanpa didampingi suami. Dia juga menyebut pihak kelurahan meminta video yang diunggahnya dihapus.
"Pihak kelurahan telepon bilang Pak Lurah minta mediasi sekarang dan suruh take down video. Saya bilang enggak bisa sekarang karena di rumah sendiri jaga bayi, suami lagi kerja. Tapi dijawab harus sendiri, enggak boleh sama suami," tutur Novrinia.
Novrinia mengaku keberatan dengan permintaan tersebut. Terlebih, menurut dia, pihak tetangganya disebut akan datang bersama pengacara.
"Orangnya bilang di sana ada pengacara, terus tanya 'Berarti sudah siap untuk menerima konsekuensinya laporan?'. Saya kan ngerasa lho kok responnya gini, harusnya membela saya sebagai korban kok malah menekan begitu. Tapi saya tegaskan, saya siap maju demi anak saya," tegasnya.
Hingga Sabtu (5/9) pagi, Novrinia mengatakan belum ada mediasi yang menghasilkan kesepakatan. Dia juga menyebut belum ada permintaan maaf secara langsung dari tetangganya.
"Enggak ada itu (informasi damai), belum ada sama sekali. Sampai sekarang belum ada mediasi yang ketemu titik terang atau permintaan maaf secara langsung dari pihak yang bersangkutan," ujar Novrinia saat dihubungi NadiKabar, Sabtu (5/9/2026).