Namun hingga Ahad (11/10/2026), korban tak kunjung pulang dan tidak dapat dihubungi. Keluarga kemudian melapor ke Unit Siaga SAR (USS) Jemaja dan dilakukan operasi SAR.
Pada operasi hari pertama hingga ketiga operasi SAR melibatkan Posal dan Polsek di Jemaja, BPBD, Polairud Polres Kepulauan Anambas, dan Pemerintah Kecamatan Jemaja Timur. Jajaran desa, dan seluruh kelompok Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas juga turut mendukung.
Pada hari keempat Kantor SAR Natuna berkoordinasi dengan MRCC untuk menyebarkan informasi operasi tersebut, karena korban diprakirakan akan hanyut ke wilayah Malaysia.
"Dukungan koordinasi lintas negara dilakukan dengan bersinergi bersama Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepulauan Riau," katanya.