Menurut Daryono, pihak desa, warga, dan keluarga sebenarnya telah berulang kali membujuk Sutiyem agar pindah dan tinggal bersama anak atau cucunya. Namun, Sutiyem menolak dan memilih tetap tinggal di rumah tersebut.
"Sebenarnya mau dievakuasi atau diajak tinggal di tempat anak maupun cucunya, beliau tidak mau. Maunya tetap tinggal di rumah itu. Padahal cucunya ada yang di Jepang, ada yang jadi pengusaha di Jakarta. Tapi beliaunya memang kekeh tidak mau dipindah," terangnya.
Daryono menjelaskan, Sutiyem sebenarnya mendapat perhatian dari pemerintah desa maupun keluarga. Lansia tersebut juga tercatat sebagai penerima bantuan sosial pemerintah.
"Kalau untuk bantuan sosial seperti BLT dan bantuan beras/pangan semua dapat secara rutin. Yang mengurusi administrasi dari RT, sedangkan untuk kebutuhan makan sehari-hari juga disokong oleh keluarga dan cucu-cucunya," pungkasnya.