Selang 30 menit kemudian, Rahmawati kembali menghubungi dokter karena air ketuban menantunya sudah pecah. Saat itu Rahmawati, yang dalam kondisi panik, mengaku tidak mendapat respons dari dokter hingga cucunya meninggal pada Kamis (15/10) siang.

Rahmawati lantas meluapkan kekesalannya setelah jenazah cucunya dikeluarkan dari kandungan. Dia keluar kamar operasi sambil membawa jenazah cucunya di hadapan tenaga kesehatan RSUD Tenriawaru.

Dalam kesempatan lain, Kepala Bagian Administrasi, Kepegawaian, Hukum, dan Humas RSUD Tenriawaru, Junaedi, belum menjelaskan detail terkait persoalan itu. Ia mengatakan akan ada konferensi pers terkait peristiwa tersebut.

"Iya, nanti konferensi pers," singkat Junaedi saat dimintai konfirmasi terpisah.