Penurunan ini dipengaruhi oleh merosotnya impor migas sebesar 48,66 persen menjadi US$554,20 juta, dengan impor nonmigas masih tumbuh 8,04 persen menjadi US$8,58 miliar.
Mesin dan Perlengkapan Elektrik menjadi komoditas impor nonmigas dengan lonjakan terbesar, naik US$341,27 juta atau 27,82 persen. Adapun impor Mesin dan Peralatan Mekanis justru mengalami penurunan paling besar, turun US$172,95 juta atau 22,34 persen.
Negara China masih mendominasi sebagai negara asal impor nonmigas terbesar Jabar dengan nilai US$3,66 miliar atau 42,65 persen, diikuti Jepang senilai US$ 1,03 miliar atau 12,03 persen, dan Korea Selatan sebesar US$998,58 juta atau 11,64 persen.
Berdasarkan golongan penggunaan barang, impor Barang Konsumsi dan Bahan Baku/Penolong masing-masing naik 12,67 persen dan 0,94 persen, dengan impor Barang Modal tercatat menurun sebesar 5,16 persen.