NADIKABAR.COM — Nasib pilu dialami Hardani (42), penggarap lahan tebu di Blok Pajaten, Desa Bantarjati, Kecamatan Kertajati, Majalengka. Tanaman tebu yang dirawatnya di lahan seluas 5 hektare rusak sekitar 4 hektare saat masa sewanya belum berakhir.
Hardani mengatakan, lahan tersebut disewanya selama dua tahun. Namun, baru sekitar 1,5 tahun digarap, sebagian besar tanaman tebu di lahan tersebut sudah dirusak.
Peristiwa itu diketahui Hardani ketika dirinya hendak mengecek kondisi kebun. Saat tiba di lokasi, dia melihat sejumlah orang tengah melakukan aktivitas menggunakan alat berat pertanian.
"Saya mau ngecek kebun, saya melihat kejadian ada pengrusakan terkait kebun saya. Di lokasi itu ada beberapa orang menggunakan rotavator, traktor. Ada juga truk," kata Hardani saat diwawancarai NadiKabar, Kamis (20/8/2026).
Hardani mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas tersebut. Dia menduga alat dan kendaraan yang berada di lokasi berkaitan dengan pembongkaran tanaman tebunya.
"Saya nggak tahu bagaimana perkembangannya karena mereka ramai, saya pergi," ujarnya.
Menurut Hardani, saat itu dirinya sempat merekam aktivitas di lokasi. Namun, dia memilih meninggalkan tempat tersebut karena merasa tidak berani menghadapi orang-orang yang berada di sana.
"Saya ada videonya, video mereka melakukan pengrusakan. Karena mereka ramai, saya enggak berani. Saya sendiri posisinya," tuturnya.
Sebelum kejadian, Hardani menyebut seluruh lahan seluas 5 hektare tersebut masih ditanami tebu. Namun, setelah kejadian, hanya sekitar 1 hektare tanaman yang tersisa.